latar bel

latar bel
Jln Raya Anyar,Kec.Bayan,Kab. Lombok Utara, NTB

Jumat, 03 Agustus 2012

Raden Saleh Bustaman

Raden Saleh merupakan pelopor seni lukis modern Indonesia. Ia  pelukis pertama Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Eropa dan pembawa pemahaman baru seni visual ke tanah air. Gaya melukisnya lahir dari perpaduan tradisi Eropa maupun tradisi Jawa, itulah yang membedakannya dari pelukis lainnya. Hampir 120 lithografinya dicetak untuk mempermudah pengajaran menggambar di tanah air pada masa tersebut. Dia juga memprakarsai berdirinya kebun binatang di Jakarta (Ragunankah yang dimaksud..?)
Ingin mengenalnya lebih lanjut ? Berikut adalah sekilas kisah hidupnya
Raden Saleh, si Pangeran Hitam
Raden Saleh lahir di Terboyo, Semarang dari keluarga priyayi. Setelah ayahnya meninggal, dia tinggal bersama pamannya, seorang bupati Semarang. Berkat pamannya inilah dia mulai mengembangkan bakat melukis dan bisa berguru pada 2 pelukis dari Belanda dan Belgia. Setelah berpindah ke beberapa kota di Jawa Barat, Raden Saleh memutuskan untuk belajar lukis di Belanda. Sesampainya di Belanda, dia memohon beasiswa pada raja Belanda dan berhasil mendapatkannya  selama dua tahun. Di tahun-tahun pertamanya, dia berguru pada seorang pelukis potret dan pelukis landskap di Den Haag. Beberapa lukisan potret dan landskap pun lahir dari tangannya pada masa tersebut.
Image
Saint Jerome
Meski tinggal di Eropa dan berguru pada pelukis Eropa, namun pengaruh dari tanah air masih tampak kental pada lukisan Raden Saleh. Lihat saja gambar di atas, meski pun menggambarkan rumah kincir Belanda, namun atapnya merupakan atap genteng rumah Jawa. Efek lumutan seperti yang tampak ketika genteng Jawa sudah lama digunakan pun ditampilkannya secara detil.
Setelah berada di Belanda selama 10 tahun, mengikuti beberapa pameran dan bekerja sebagai seniman lepas yang menerima banyak pesanan lukisan, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan bahwa sudah saatnya Raden Saleh pulang ke tanah air. Namun sebelum pulang, dia mendapatkan kesempatan keliling Eropa selama 6 bulan. Negara pertama yang disinggahinya adalah Jerman. Di sana dia berkenalan, bergaul dengan kaum elit Jerman, dan tinggal bersama mereka di Dresden, Coburg dan Maxen.
Siang hari dihabiskannya dengan mengikuti kegiatan perburuan bersama kaum bangsawan dan malam hari dihabiskannya dengan mengikuti jamuan makan. Perburuan dan perkenalannya dengan sebuah pertunjukan hewan keliling, menginspirasikan lahirnya lukisan-lukisan yang bertemakan hewan seperti kuda, singa dan banteng. Lihatlah lukisan-lukisan berikut
Perburuan banteng Jawa
Perburuan kuda
Orang Baduy dengan kuda mati
Kuda diterkam singa
Di kalangan borju Jerman dan Perancis, dia dikenal sebagai Pangeran Hitam yang humoris dan supel. Kemampuannya mengocok perut lawan bicaranya membuatnya disenangi banyak orang.
Suatu saat dia mengadakan pameran seni di Dresden dan pameran ini banyak dibicarakan karena lukisan yang ditampilkannya berani tampil beda, tidak seperti pelukis Eropa lainnya. Ketika pelukis Belanda halus dalam menorehkan warna sementara pelukis Jerman terkenal dengan keromantisannya, dia justru menampilkan ekspresi kelam dalam lukisannya. Dia menampilkan hal-hal yang dihindari pelukis lain, seperti adegan perburuan singa yang menampilkan kegarangan dan sisi buas manusia.
Perburuan Singa
Kemampuan Raden Saleh dan lukisan Perburuan Singanya dibahas sebuah surat kabar. Gara-gara pemberitaan ini, keberadaan Raden Saleh diketahui oleh pemerintah Belanda. Dia didesak lagi untuk segera kembali ke tanah air. Namun Raden Saleh membangkang. Setelah kembali ke Den Haag dan menerima penghargaan jasa medali mahkota dari Raja Willem, Raden Saleh malah pergi ke Perancis. Di sana, dia mengikuti beberapa pameran lukisan dan bertemu dengan orang-orang super penting seperti Raja Louis Phillipe. Dia juga berkunjung ke London dan bertemu Ratu Victoria dan Pangeran Albert. *Ahh, menurutku, inilah senjata yang digunakan Raden Saleh untuk memperpanjang masa bermukimnya di Eropa dari 2 tahun menjadi 22 tahun. Kedekatannya dengan para pembesar. Jika anda sudah dekat dengan para penguasa melalui bakat lukis anda, bakat yang jarang dipunyai orang saat itu, maka tak ada pemerintahan mana pun yang bisa mengusik anda apalagi membuat anda pulang ke tanah air. Ahh, cerdas sekali.. ! :D
Selama berada di Perancis, dia berkali-kali kembali ke Dresden maupun Maxen, mengunjungi keluarga-keluarga yang selama ini menerima kedatangannya dengan terbuka. Untuk mengenang masa-masanya selama di Jerman, sebuah pavilliun khusus yang bernama Blau moscheea pun didirikan untuknya. Saat pecah revolusi  Perancis , Raden Saleh kembali ke Den Haag. Setelah menerima penghargaan sebagai pelukis kerajaan, akhirnya Raden Saleh pun memutuskan kembali ke Jawa.

Selasa, 31 Juli 2012

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman


01. Bersyukur apabila mendapat nikmat
02. Sabar apabila mendapat kesulitan
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan
08. Jangan usil dengan kekayaan orang
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan
11. Jangan tamak kepada harta
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan
13. Jangan hancur karena kezaliman
14. Jangan goyah karena fitnah
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram
17. Jangan sakiti ayah dan ibu
18. Jangan usir orang yang meminta-minta
19. Jangan sakiti anak yatim
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid)
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid
25. Biasakan shalat malam
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat
28. Sayangi dan santuni fakir miskin
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah
30. Jangan marah berlebih-lebihan
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena
        sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan
36. Jangan percaya ramalan manusia
37. Jangan terlampau takut miskin
38. Hormatilah setiap orang
39. Jangan terlampau takut kepada manusia
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan
54. Hormatilah kepada guru dan ulama
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi
56. Cintai keluarga Nabi saw
57. Jangan terlalu banyak hutang
58. Jangan terlampau mudah berjanji
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia
     adalah kehidupan sementara
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti
      mengobrol yang tidak berguna
61. Bergaullah dengan orang-orang soleh
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain
71. Jangan membiasakan berkata dusta
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang
        lebih berprestasi dari kita
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma
       agama dan kondisi diri kita
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita
       menjadi terganggu
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan
        pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan
        jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan
        keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang



HASMAWATI HAKIM
SUMBER INTERNET
JAKARTA 03 JUNI 2003

Minggu, 09 Januari 2011

Rapat Pembentukan Tiem SNP

Rapat Pembentukan Tiem pembahasan dan pemetaan 8 SNP
di SMA Negeri 1 Bayan Tahun ajaran 2010-2011

Sabtu, 01 Januari 2011

TMII

Kawasan Taman Mini Indonesia Indah

STUDY BANDING

Menuju Sekolah Katagori Mandiri tidak semudah membalikkan tangan, akan tetapi penuh krebilitas yang tingi dari unsur sekolah, upaya yang paling penting adalah belajar baik secara teori,praktek dan apresiasi, sehingga tidak ada salahnya kita belajar ke sekolah lain yang dapat diterapkan pada kondisi sekolahnya, SMAN 1 Bayan kondisi dan secara geografi, masyarakat awam di Tanjung atau Mataram masih berpendapat/beranggapan bahwa kondisi Bayan masih terbelakang yang konon masih berbau kerajaan dan manusianya kolot, tak heran dari cerita ke cerita orang tua di Lombok, Bayan itu jauh,terbelakang,tak tahu teknologi.
Kita sebagai masyarakat secara otomatis terpanggil untuk mencari langkah/cara memberikan pengertian /mengenalkan bahwa Bayan tidak seperti pada cerita-cerita masa lalu.
 sejah 1999 kami mencoba mengenalkan teknologi komputer pada anak-anak SMA atau SMP yang sampai saat ini perkembangan teknologi sudah sulit dibedakan dengan mataram, apalagi lulusan SMA Negeri Bayan siswa nya banyak yang melanjutkan Study ke luar daerah terutama mengambil jurusan Teknik Informatika seperti Wearnes Prop.Bali,Unbra Malang,UII Jogyakarta,Semarang,Surabaya bahkan ada yang melanjutkan ke Jakarta.
Di SMAN 1 Bayan Guru dan pegawainya mulai belajar IT, tak heran sekolah SMAN 1 Bayan banyak ditahu oleh kawasan Jakarta,Kalimantan,Sumatra meskipun di Masyarakat di Lombok utara masih kurang perhatian terutama yang tidak mengenal INTERNET ini semua berkat kerjasama Primadona dan suara komunitas net yang tidak ada bosan-bosannya menulis berita tentang kegiatan yang ada di SMA N1 Bayan   dan daerah

Kecamatan Bayan pada umumnya.
Contohnya Pesanan Kalender SMA, alat-alat KIMIA yang ada SMAN Bayan memesan melalui email.

Bagaimana dengan masyarakat yang sampai pada saat ini buta tentang komputer/internet ?
Atau para wakil rakyat yang sampai saat ini juga buta tentang internet ?
Jawabannya ............silahkan .......pikir sendiri pembacanya

Sabtu, 11 Desember 2010

WICAKSONO JOYO

Selamat Datang di Wicaksono Joyo Blog. Blog ini khusus kami buat sebagai pelajaran khusus/percobaan, sehingga masih banyak memerlukan pembenahan oleh karena itu setiap pengunjung diharapkan punya kritikan/saran sebagai masukan kami.
Tak ada salahnya bila kita sharing dalam hal mengembangan teknologi terutama pada wilayah seperti kita ini yang jauh dari kota propinsi apalagi tempat ibukota.Sedianya para pembaca yang kebetulan pernah membuka blog ini tentu harapan kami sangat besar untuk memberikan masukkan
Para sobat, anak didik atau siapa saja..tentu tak memandang siapapun.....
and ini dapat berguna bagi kita semua //
amin....